Perjalanan Mencari Kitab Suci

Melakukan perjalanan ke timur dan ke barat itu berbeda. Andai ke timur, saya selalu mempersiapkan diri untuk menyesuaikan keadaan kebudayaan timur. Bila saya menuju ke barat, sayapun selalu mempersipakan diri dengan segala sesuatunya. Meski masih dalam satu wilayah, namun ternyata tingkat kepekaan harmonisasi timur dan barat sangat berbeda. 

Kali ini, saya harus melangsungkan kunjungan ke barat. Ibarat mencari kitab suci untuk bekal motivasi, instropeksi diri, menata ulang kembali. Saya memang haus terhadap hal-hal mutakhir. Saya juga perlu menimba kembali air yang ada dalam ceruk tirta kehidupan.  

Perjalanan ke barat, khususnya ke Bandung, sebenarnya memiliki aura menggelegak. Dari sisi panorama yang menghipnotis. Dari sudut pengetahuan yang menawan, dan tentu ada titik-titik nostalgia yang membuncah untuk dikupas lapis demi lapis. 

Paris Van Java merupakan predikat lain kota Bandung. Apa pasal? Karena keragaman bunga-bunga yang tumbuh di kota ini. Bunga-bunga tersebut berasal dari berbagai jenis, seperti mawar, kamboja, anggrek dan lain-lain. Sehingga Bandung menjadi magnet bagi wisatawan. 

Kota kembang, semula merupakan sebagai pusat industri kebun bunga. Julukan ini tercetus dari konggres Pengusaha Gula tahun 1885. Kota ini sengaja dipilih karena pesona wanita yang mampu menghibur dan menarik hati para pengusaha gula. Bukan isapan jempol, bila neng geulis tetap manis dipandang mata. 

Ke Kota Bandung kali ini juga dalam rangka hari ulang tahun ke-14 Ikatan Guru Indonesia (IGI). Tema yang dimunculkan juga cukup dahsyat. “Belajar, Berkarya, Bergerak, Berdampak”. Empat kata yang mampu membakar semangat guru untuk selalu “Growing together”. Disinilah anggota IGI yang akan hadir mampu menyulut energi.  

Masa kini, perayaan ulang tahun tidak lagi hanya tiup lilin atau menggelembungkan balon dengan segala pernak-perniknya. Memperingati hari lahir, berarti melakukan instropeksi diri dan menetap kedepan agar lebih baik. Perayaan HUT IGI juga bukan hanya sekedar merayakan hari kelahiran organisasi, namun juga sebagai titik tolak untuk melakukan refleksi (bercermin) apa peran guru dalam membangun generasi penerus bangsa.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *