Evaluasi Program Organisasi Penggerak

Sudah lama, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program Organisasi Penggerak (POP). Program Organisasi Penggerak ini merupakan salah satu bagian dari Sekolah Penggerak. Organisasi penggerak dapat ikut berpartisipasi untuk menciptakan sekolah-sekolah Penggerak di Indonesia.

Ada beberapa langkah untuk menjadi bagian dari Program Organisasi Penggerak ini. Mulai dari adanya tahap pengiriman proposal, tahap seleksi, tahap implementasi dan tahap integrasi.

Ikatan Guru Indonesia (IGI), sebagai salah satu organisasi profesi guru menangkap peluang ini sebagai sebuah harapan. IGI berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia lewat Program Organisasi Penggerak (POP). Selama ini IGI memiliki praktik yang telah terlaksana dalam mengembangkan kompetensi guru di dunia pendidikan.

Bagi IGI, saat ini POP telah berjalan tiga tahun. Langkah demi langkah telah terlewati dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Yogyakarta patut berbangga menjadi tuan rumah dalam program Evaluasi POP. Bangga dalam arti positip sebagai arena untuk me’ngecas’ energi yang hampir redup.

Diawali orasi singkat dari DR. Rosnanie yang menyengat, bagai ditusuk lebah honda. Ucapan yang keluar menyentak kita semua, bahwa kita harus bangkit. Harus bergerak. Tak perlu mengetahui dimana posisi kita berdiri dalam sebuah organisasi.

Dari beberapa laporan yang didokumentasi oleh pengurus maupun informasi dari daerah-daerah, dapat kita rangkum, bahwa POP masih dalam suasana yang dinamis, dan itu menjadi tanggung jawab bersama.

Dunia literasi adalah ruhnya pendidikan. Apabila literasi tidak menghasilkan karya, akan ekuivalen dengan pendidikan yang stagnan. Beberapa cara telah dicoba untuk menggelembungkan literasi. Hasilnya memang belum menggembirakan. Namun demikian, IGI pantang putus asa. Air tetap akan mengalir pada ceruk yang lebih rendah.

Optimalisasi peran organisasi didorong untuk menembus barikade kelesuan, malas, menunggu perintah. Penyakit yang datang tak diundang, sering hinggap diranah motivasi. Sebuah daerah yang kelam, tapi juga dapat berbinar tergantung siapa yang mengelola.

Memanfaatkan budaya setempat. Tak ada budaya di Indonesia yang bertujuan ingin menyengsarakan dirinya sendiri. Moyang kita mengajarkan banyak hal tentang harmoni kehidupan. Pendahulu kita memberi contoh bagaimana dalam mengarungi kehidupan ini agar lebih baik. Prinsip efektifitas telah didarmakan oleh sesepuh kita.

Akhirnya kepada perangkat pemerintahanlah kita harus bermitra. Mereka inilah yang memegang kekuasaan, sehingga pesan yang hendak disampaikan lebih efektif. Menggandeng organisasi profesi yang lain adalah jalan terbaik, untuk membantu pemerintah dalam mencapai mutu pendidikan.

Kehadiran POP dinilai sejalan dengan tujuan organisasi untuk membangun generasi cerdas, sehat, dan berakhlak mulia. IGI telah melewati tahapan yang cukup ketat dalam seleksi POP dan siap melaksanakan program ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *