Konsolidasi Organisasi

Memiliki masa jabatan dalam sebuah organisasi profesi selama 5 tahun bukanlah waktu yang lama. Banyak yang mengatakan, sangat singkat. Apalagi dalam sebuah organisasi profesi seperti Ikatan Guru Indonesia (IGI). Karena dalam dapur organisasi itu banyak menu yang harus diolah. Sementara sang koki memiliki ketrampilan dan masa memasaknya yang berbeda-beda. Ada menu makanan yang telah tersaji, ada yang masih setengah matang, pun demikian tak sedikit yang masih mentah.

Garapan di dapur IGI tidak serta merta langsung dieksekusi. Pertimbangannya, masih ada yang berelasi dengan lembaga lain, dengan bidang lain, atau bahkan dalam komunitas sang koki sendiri. Inilah salah satu mengapa organisasi tidak berjalan dengan semestinya. Masih melenceng dari harapan. Karakter seperti ini dimiliki oleh organisasi apapun. Organisasi profesi, organisasi masyarakat atau bahkan organisasi formal.

Organisasi yang sadar diri, tentu tidak akan berlarut-larut dalam meratapi kondisi demikian. Mereka cepat tanggap, dengan melakukan konsolidasi organisasi. Menata ulang bata yang berserakan, menyusun kembali buku-buku sesuai dengan katagori, melakukan pertemuan antar personal, agar komunikasi tidak mampet.

Di nDalem Jodi Sarantan, Bantul, hari sabtu, 18 September 2021 tempat mencairkan diri. Setelah lama tidak bertemu, akibat pandemi maupun bukan pandemi, akhirnya IGI Propinsi DIY melakukan konsolidasi organisasi. Disinilah problematika organisasi dibahas. Semua jadi lega. Tidak ada sesuatu yang ditutupi, atau disembunyikan. Semua dilontarkan dalam arus komunikasi yang elegan versi IGI.

Kabinet Ari Gunawan, S.Pd yang telah menerima tongkat estafeta kepemimpinan dari Sugeng Andono, M.Pd beberapa waktu yang lalu, segera memantapkan kembali susunan kabinetnya. Tambal sulam, penambahan personil selalu terjadi dalam setiap organisasi untuk menjaga soliditas. Penempatan personal, disebuah kursi mudah-mudahan tidak salah letak.

Organisasi yang solid dalam sebuah kelompok kerja memiliki orang dengan kompetensi yang merata. Mereka bekerja saling terkait atau bergantung dengan orang lain. Untuk mencapai soliditas mereka melebur dalam pikiran, perasaan dan tindakan dalam mencapai tujuan.

Agar organisasi mememui titik tujuan yang diidamkan maka, setiap anggota, terutama pengurus harus memiliki visi yang sama. Visi ini ibarat peta untuk menuntun arah. Disamping visi, keragaman dalam organisai tidak terelakkan. Ragam tingkat kedewasaan, pendidikan, pengalaman dan lain-lain. Oleh karenanya, kerjasama menjadi sebuah pilihan yang mutlak. Saling menghargai keragaman dan perbedaan pandangan. Saling menghargai merupakan wujud sikap toleransi yang akan memperkuat persatuan.

2 Replies to “Konsolidasi Organisasi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *