Mau Kursus? Pilah-Pilih Dulu!

JAKARTA, KOMPAS.com – Baik untuk mengawali dan menambah ketrampilan atau meningkatkan kompetensi, memilih lembaga kursus sebaiknya harus penuh pertimbangan. Jangan sampai kecele lembaga kursus “gurem”.

Betapa tidak. Data pemerintah (Departemen Pendidikan Nasional) menyebutkan, sebanyak 1.745 dari sekitar 2.000 lembaga kursus di DKI Jakarta ternyata belum memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (Nilek) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas. Sejauh ini, tercatat baru 255 lembaga kursus yang mengantonginya.

Contoh lainnya, data pemerintah juga menyebutkan, hampir 50 persen lembaga kursus di Kota Cimahi, Jawa Barat, juga tak punya Nilek. Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Pemuda dan Olahraga Diknas Kota Cimahi, Tatang Turhendi, di Kota Cimahi, Kamis (8/10), menuturkan, dari 78 lembaga kursus, hanya 44 lembaga yang memiliki Nilek, sedangkan 34 sisanya masih membandel atau belum memiliki.

Yuk, Pilah-pilih Dulu!

Sebetulnya, memilih lembaga kursus tak sesulit membeli kucing dalam karung. Hanya saja, perlu kejelian dan kecermatan untuk mengamati dan mengenal lembaga kursus tersebut dengan baik, sebelum benar-benar mengambil keputusan. Berikut langkah-langkahnya:

– Ragam Kursus

Baik untuk mengawali kursus keterampilan maupun peningkatan kompetensi, pemilihan jenis kursus akan menjadi pertimbangan utama yang harus lebih dulu ditentukan. Sebutlah, misalnya, ingin mengikuti kursus keterampilan bahasa dalam waktu singkat, Anda cukup memilih program regular.

– Bobot Kurikulum

Berdasarkan tujuan memilih lembaga kursus, kualitas kurikulum yang dibutuhkan pun harus sesuai. Carilah perbandingan kurikulum tertentu di lembaga kursus lain, tetapi perbandingan harus dilakukan dengan menyesuaikan tujuan yang sama dan level pendidikan setara. Semisal, kursus keterampilan bahasa program regular, banyaknya mata pelajaran, bobot mata pelajaran, lamanya waktu belajar dan sebagainya

– Besarnya Biaya

Besar kecilnya biaya juga perlu menjadi pertimbangan menentukan lembaga kursus. Tentukan dan sesuaikan biaya dengan kondisi keuangan Anda. Galibnya, lembaga kursus dengan fasilitas lengkap dan kualitas yang bagus memang berbiaya mahal. Ketimbang mencari yang lebih murah namun hasilnya justeru memble, sedikit lebih mahal tentu bukan masalah berarti.

– Kualitas Pengajar

Latar belakang pengajar juga menjadi poin tak kalah pentingnya sebagai pertimbangan mencari lembaga kursus. Jangan ragu menggali informasi tentang hal tersebut, karena track record pengajar akan berpengaruh pada proses transfer ilmu dengan baik. Tak salah pula bertanya kepada teman atau para siswa di tempat kursus tersebut.

– Kuantitas dan Kualitas Fasilitas

Fasilitas lengkap dan berkualitas tentu mempermudah proses belajar dengan kenyamanan tinggi. Contoh saja, mmulai dari fasilitas penunjang suasana seperti kelas yang nyaman ber-AC, perpustakaan yang lengkap dan terkini seperti hot spot, laboratorium berteknologi tinggi dengan audio dan visualnya, dan lain-lain. Ingin enjoy dan semangat belajar? Ya, memang harus seperti itu.

– Banyaknya Siswa

Lembaga kursus bukan ruang belajar seperti kelas di sekolah atau ruang kuliah. Bertujuan meningkatkan kompetensi, atmosfir belajar di lembaga tersebut harus Anda pastikan bisa menjamin suasana belajar yang cenderung eksklusif dan penuh privasi. Idealnya, jumlah siswa di dalam kelas sedikitnya 10 atau 15 siswa, tidak lebih.

– Lokasi Strategis

Setelah sekolah atau perguruan tinggi, lembaga kursus adalah “rumah kedua” Anda untuk menuntut ilmu, sehingga prioritasnya perlu Anda pertimbangkan baik-baik. Alhasil, baik Anda sedang sekolah/kuliah atau bekerja, pilihlah lokasi tempat kursus yang tidak terlalu jauh dari sekolah/kampus, kantor atau tempat tinggal Anda. Mudah dijangkau, tidak banyak membuang waktu di jalan, serta menghemat energi Anda.

– Pilihan Waktu

Menyoal waktu, lembaga kursus bisa memberikan waktu yang lebih fleksibel, sehingga Anda bisa mengatur waktu sedemikian rupa. Jika fisik dan energi Anda belum terlalu banyak terkuras di tempat lain, baik itu di sekolah atau kantor, pilih waktu setelah jam pulang sekolah/kuliah atau kantor, misalnya pukul 7 sampai 9 malam. Sebaliknya, jika waktu dan tenaga sudah banyak terserap di sekolah/kampus atau tempat kerja, waktu libur di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, tentu lebih tepat. Hal ini juga bisa Anda pastikan tidak akan mengalami bentrok dengan kegiatan prioritas Anda seperti sekolah/kuliah atau bekerja.

Sumber :
https://edukasi.kompas.com/read/2009/10/14/10560536/Mau.Kursus.Pilah-pilih.Dulu..?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *